Ia turut memaparkan enam strategi nasional eliminasi TBC yang menjadi pedoman pemerintah daerah, yaitu: penguatan kepemimpinan, peningkatan layanan bermutu, optimalisasi pencegahan dan pengobatan, pemanfaatan riset dan teknologi, pelibatan multisektor, serta penguatan manajemen program.
“Semua strategi ini saling berkaitan dan membutuhkan implementasi yang konsisten di daerah,” ujarnya.
Sejalan dengan arah nasional, Pemerintah Kabupaten Tangerang menghadirkan berbagai inovasi percepatan eliminasi TBC, di antaranya melalui Desa Siaga TBC sebagai garda terdepan penanggulangan berbasis masyarakat. Selain itu, terdapat program Investigasi Advokasi Cegah dengan Terapi Pencegahan TBC (Siaga Dengan Tepat) serta Skrining TBC Sekolah (Situbers) yang menjadi terobosan daerah dalam menekan penyebaran penyakit tersebut.
Sementara itu, salah satu penderita TBC yang sedang menjalani pengobatan di RSUD Balaraja, Siti Hamidah, mengaku terbantu dengan pendampingan dari fasilitas kesehatan selama masa pengobatan yang telah ia jalani selama 15 bulan.
"Saya mendapat pendampimgan dari rumah sakit dan juga Puskesmas. Saya didampingi agar tetap teratur minum obat dalam masa pengobatan," tuturnya.
Ia berharap pendampingan tersebut dapat terus diperkuat agar lebih banyak pasien TBC merasa terbantu, tidak takut berobat, dan dapat sembuh tepat waktu. Selain itu, ia berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan demi menekan penyebaran TBC. ***