“Sebelum berangkat, mereka harus ikut pelatihan bahasa. Hal ini penting supaya komunikasi para tenaga kerja kita di lapangan bisa berjalan lancar,” tambahnya.
Agis juga memaparkan bahwa jenis pekerjaan yang tersedia cukup beragam, mulai dari baby sitter, tenaga perkebunan, sopir, perawat, hingga tenaga industri. Ia optimistis langkah ini akan memberi dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja serta peningkatan taraf hidup masyarakat Kota Serang.
“Kita ingin warga Kota Serang tidak hanya jadi penonton, tapi bisa ikut berkompetisi dan bekerja di luar negeri secara legal dan profesional,” tegasnya.
Sebelum pemberangkatan dilakukan, Pemkot Serang dan APJATI akan menyusun Nota Kesepakatan (MoU) sebagai dasar hukum kerja sama tersebut. Program pengiriman tenaga kerja ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi angka pengangguran serta memperkuat posisi Kota Serang sebagai daerah produktif dan berdaya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. ***