“Kami optimis, melalui kerja sama yang kuat bersama Bank Jatim, Bank Banten akan semakin siap mengemban kepercayaan dalam mengelola RKUD kabupaten/kota, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tegas Busthami.
Tak hanya dari sisi strategi, kinerja keuangan Bank Banten juga menunjukkan tren positif. Hingga akhir Kuartal III 2025, Bank Banten berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 10,70 miliar, naik 43,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 7,46 miliar.
Total aset pun tumbuh signifikan menjadi Rp 9,50 triliun, meningkat 24,15 persen dari tahun lalu.
Rasio kredit bermasalah (NPL) juga terus membaik, diyakini turun di bawah 5 persen — jauh lebih baik dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, harga saham Bank Banten (kode emiten: BEKS) ditutup di level Rp 31 per lembar pada perdagangan Senin, 10 November 2025, menandakan meningkatnya optimisme pasar terhadap arah konsolidasi dan prospek bisnis bank tersebut.
Dengan masuknya Bank Jatim sebagai Pemegang Saham Pengendali Kedua setelah Pemerintah Provinsi Banten, komposisi saham BEKS kini terdiri dari:
- Pemprov Banten: 34.289.755.661 lembar saham (66,11%)
- Bank Jatim: 27.511.900 lembar saham (0,05%)
- Publik: 17.553.170.705 lembar saham (33,84%)