Dalam upaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan, pemerintah juga tengah merenovasi 16.140 gedung SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, transformasi pendidikan turut diwujudkan melalui program pemberian perangkat interaktif digital (interactive flat panel/IFP) di setiap sekolah.
“Flat panel, IFP, interactive flat panel. Disitu sudah ada komputernya, yang di situ bisa muat ratusan ribu konten, mungkin jutaan. Jadi silabus, semua silabus kita akan ada di situ,” ujarnya.
Presiden juga mengungkapkan target ambisius pemerintah dalam membangun 7.000 sekolah terintegrasi di setiap kecamatan, yang akan menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK dalam satu kompleks pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan pendidikan tinggi nasional. Ia menyoroti capaian Universitas Indonesia (UI) yang untuk pertama kalinya berhasil menembus Top 200 US World Ranking Universities.
“Tapi Menteri Dikti, Wamen saya minta top 100. Bisa? Bisa? Pasti nanti akan disusul oleh ITB, UGM, ITS dan sebagainya,” ucapnya dengan optimistis.