Sementara itu, Bupati Pandeglang Dewi Setiani mengungkapkan, pihaknya telah menurunkan tim dari Dinas Bina Marga untuk melakukan pengecekan terhadap jembatan darurat yang hanyut terbawa arus sungai.
“Hari ini kami telah menurunkan tim dari Bina Marga PU Pandeglang, insya Allah ke depan kami akan berupaya bagaimana agar anak-anak sekolah bisa menyeberang dengan aman,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut kini memasuki tahap pengecoran akhir.
“Pengecoran terakhir itu di akhir bulan Oktober, mudah-mudahan pada November sudah bisa dilewati masyarakat,” katanya.
Arlan menambahkan, jembatan sementara yang sebelumnya digunakan warga memang hanyut karena curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air meningkat. Adapun jembatan baru yang sedang dibangun memiliki panjang 24 meter dan lebar total 4 meter dengan badan jalan 3 meter.
“Pengecoran jembatan ini di akhir bulan Oktober, nanti setelah 7 hari itu bisa dilewati oleh masyarakat untuk pejalan kaki. Namun belum bisa dilalui oleh kendaraan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri menyeberang saat debit air tinggi.
“Kepada masyarakat agar untuk tidak memaksakan dan menunggu jembatan baru selesai atau bisa mengambil jalur alternatif lain. Jangan memaksakan jalan ketika debit air tinggi,” pungkasnya.