TPA Jatiwaringin Disiapkan Jadi Pusat Pengolahan Sampah Terpadu Tangerang Raya, Menteri LH Puji Inovasi Keping Membran
Sementara itu, Menteri LH Dr. Hanif Faisol Nurofiq memuji perubahan besar yang terjadi di TPA Jatiwaringin, terutama penerapan sistem keping membran yang dinilai mampu mengurangi dampak lingkungan dari timbunan sampah terbuka.
“Hari ini saya melihat langsung perubahan signifikan di TPA Jatiwaringin. Salah satunya dengan penerapan keping membran untuk menutup timbunan sampah. Ini menjadi pembelajaran penting di tengah isu mikroplastik yang mulai mengkhawatirkan,” ujar Menteri Hanif.
Ia menambahkan, kebijakan keping membran ini akan dijadikan pedoman nasional sementara bagi seluruh pengelola TPA di Indonesia.
“Kerusakan lingkungan akibat mikroplastik harus kita cegah sejak dini. Karena itu, saya instruksikan agar semua TPA sementara menutup timbunan sampahnya dengan sistem seperti di Jatiwaringin ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menteri Hanif mengungkapkan bahwa TPA Jatiwaringin telah direkomendasikan sebagai pusat pengolahan sampah terpadu aglomerasi Tangerang Raya, yang mencakup Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
“Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar seluruh perizinan dan persiapan diselesaikan paling lambat Desember 2025, sehingga groundbreaking dapat dilakukan awal Januari 2026. Kabupaten Tangerang diminta menyiapkan lahan, air, dan akses jalan agar proyek ini berjalan lancar,” jelasnya.
Proyek ini sendiri masuk dalam tujuh aglomerasi nasional yang menjadi prioritas pembangunan fasilitas Waste to Energy tahap awal, dan ditargetkan beroperasi penuh pada akhir tahun 2027.
Usai meninjau TPA Jatiwaringin, Menteri Hanif bersama Bupati Tangerang melanjutkan rapat koordinasi dengan Wali Kota Tangerang dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan untuk membahas teknis kolaborasi pengelolaan sampah lintas wilayah Tangerang Raya.