“Pesan saya kepada para santri, tetap semangat, terus belajar, dan berjuang menjaga keutuhan serta nilai-nilai kebangsaan. Santri harus menjadi garda terdepan dalam memperkuat akhlak dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ucapnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Serang menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan kalangan pesantren dalam membentuk generasi berakhlak. Ia mencontohkan salah satu program Pemkot Serang, yaitu pembiasaan mengaji sebelum belajar di sekolah-sekolah.
“Saya memiliki program agar sebelum anak-anak sekolah, baik negeri maupun swasta, mereka mengaji dulu minimal 5 sampai 10 menit. Tujuannya agar mereka terbiasa mengingat Allah, memperbaiki adab, dan meningkatkan ketakwaan sejak dini,” jelasnya.
Program tersebut, lanjut Budi, telah mulai diterapkan di sejumlah sekolah dan menjadi bagian dari prioritas pembangunan karakter.
“Alhamdulillah, program mengaji ini sudah mulai berjalan di berbagai sekolah. Saya berharap kolaborasi dengan para kiai dan ulama terus diperkuat, karena mereka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan berilmu,” katanya.
Sementara itu, Kiai Enting Abdul Karim, salah satu tokoh ulama Kota Serang, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Serang terhadap dunia pesantren dan pendidikan karakter.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Wali Kota terhadap para santri dan ulama. Program pembiasaan mengaji ini sangat bagus dan sejalan dengan nilai-nilai pesantren yang menekankan adab dan ilmu. Kami siap bersinergi untuk menyukseskannya,” ujarnya.
Menutup kegiatan tersebut, para santri menampilkan pembacaan shalawat, hadrah, dan doa bersama untuk para pahlawan serta ulama yang telah berjasa bagi negeri.