“Kami berkomitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha mikro, mulai dari kemudahan perizinan, akses pembiayaan, digitalisasi pemasaran, hingga perlindungan sosial ketenagakerjaan,” jelasnya.
Maesyal menekankan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mendorong UMKM tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
“Kami percaya, dari pelaku usaha mikro yang kuat akan lahir ekonomi daerah yang tangguh dan masyarakat yang sejahtera. Semoga acara ini membawa manfaat besar, memperkuat semangat kolaborasi, dan menjadi tonggak kebangkitan UMKM yang lebih berdaya di masa depan,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi dan UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro se-Provinsi Banten yang dipusatkan di Kabupaten Tangerang.
“Festival ini bertujuan menaikkan kelas UMKM sekaligus menjamin keberlangsungan usaha mereka, melalui pelatihan, perizinan, pembiayaan, hingga literasi keuangan,” ujar Helvi.
Ia menambahkan, pemerintah pusat juga melibatkan sejumlah mitra seperti KAI untuk mendukung aspek legalitas dan IAI melalui jaringan KJAN dalam meningkatkan literasi finansial pelaku UMKM.
Acara ini turut diramaikan oleh berbagai layanan langsung seperti pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB), konsultasi perizinan, dan edukasi BPJS Ketenagakerjaan, yang disambut antusias oleh ribuan pelaku usaha mikro.
Dengan semangat kolaborasi yang kuat, Kabupaten Tangerang menegaskan langkahnya untuk menjadi pusat pertumbuhan UMKM yang legal, terlindungi, dan siap bersaing di era ekonomi modern.