“Persoalan nelayan ini menyangkut banyak pihak, ada kabupaten, provinsi, ada BKSDA, ESDM, KKP dan instansi lainnya. Kami pemerintah berkomitmen untuk terus membantu nelayan,” tandasnya.
Dalam dialog tersebut, berbagai aspirasi muncul, mulai dari permintaan normalisasi sungai, peningkatan pelayanan administrasi SKKP, penguatan koperasi nelayan, hingga jaminan asuransi ketenagakerjaan. Gubernur Andra pun menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil diskusi itu bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Tentunya apa yang kita dialogkan, kita diskusikan hari ini, tentu saja akan kami bahas lebih lanjut bersama semua pihak terkait, termasuk dengan pihak swasta,” ujarnya.
Ia juga meminta agar kegiatan semacam ini tidak berhenti di satu kesempatan, melainkan digelar secara berkala. Dengan begitu, pemerintah bisa lebih cepat merespons kebutuhan dan keluhan para nelayan di lapangan.
Menutup kunjungannya, Gubernur Andra Soni dan Sekda Soma Atmaja menyempatkan diri meninjau pelayanan administrasi pembuatan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka). Secara simbolis, mereka juga menyerahkan Kartu Kusuka kepada para nelayan, sebagai bentuk dukungan terhadap legalitas dan pemberdayaan sektor kelautan.
Dialog sederhana di pesisir Kronjo hari itu menjadi bukti bahwa ketika pemerintah dan masyarakat mau duduk bersama, harapan bisa berlayar menuju kesejahteraan yang nyata.