Ikuti Kami
Kamis, 9 Juli 2026 Versi Web

Kurang Serat, Banyak Penyakit: Alarm Gizi untuk Generasi Instan

Penulis: Redaksi
Senin, 13 Oktober 2025 | 02:04 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Dampak Kurang Serat: Dari Sembelit sampai Penyakit Jantung

Kurang serat bukan cuma urusan pencernaan macet.
Penelitian dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi serat lebih dari 25 gram per hari memiliki risiko lebih rendah 30% terhadap penyakit jantung dan diabetes dibanding mereka yang jarang makan serat.

Sebaliknya, pola makan rendah serat yang tinggi gula, garam, dan lemak jenuh bisa memicu peradangan kronis di dalam tubuh. Ini yang kemudian membuka jalan bagi berbagai penyakit modern seperti hipertensi, kolesterol tinggi, bahkan kanker usus besar.

Solusi Sederhana: Tambah Serat dari Makanan Lokal

Kabar baiknya, menambah asupan serat sebenarnya nggak susah.
Indonesia kaya banget sama sumber serat alami yang murah dan mudah didapat.
Coba mulai dari hal kecil:

Kuncinya bukan langsung diet ketat, tapi konsisten menambah serat sedikit demi sedikit sampai jadi kebiasaan.

Menjadi Generasi yang Lebih Sadar Gizi

Kita sering lupa kalau kesehatan itu investasi jangka panjang.
Badan yang sehat bukan cuma hasil dari olahraga, tapi juga dari apa yang kita makan setiap hari. Sayangnya, tren makanan cepat dan viral di media sosial sering bikin kita terlena.

Penulis: Redaksi
Senin, 13 Oktober 2025 | 02:04 WIB
Artikel Selanjutnya

TRANSFORMASI PRODUK KELAPA SAWIT MELALUI AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN DI INDONESIA

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Pengumpulan ZIS di Pemkot Serang Hanya Sasarkan ASN

Senin, 19 Januari 2026 | 20:06 WIB
↑ Kembali ke atas
Kurang Serat, Banyak Penyakit: Alarm Gizi untuk Generasi Instan

Bagikan artikel ini melalui