Menurutnya, seluruh langkah penanganan telah terkoordinasi dengan baik, dan setiap permasalahan yang ditemukan di lapangan ditangani oleh para ahli — mulai dari penanganan asal-muasal radiasi hingga proses dekontaminasi.
Andra Soni menegaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa besar mampu mengatasi berbagai persoalan melalui kerja sama seluruh pihak — baik pemerintah pusat, daerah, para ahli, serta dukungan peralatan, teknologi, dan sumber daya manusia yang menangani persoalan radiasi.
"Target kita mudah-mudahan tidak lebih dari dua bulan bisa diselesaikan sampai benar-benar steril seperti semula,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meminta para lurah dan kepala desa agar proaktif memastikan warganya dalam kondisi sehat. Jika ditemukan gejala sesuatu di masyarakat, ia meminta agar segera dilakukan pemeriksaan.
“Selain itu yang terpenting juga memastikan warganya tidak masuk pada zona radiasi yang sudah ditetapkan, karena itu sangat berbahaya,” paparnya.
Hanif juga menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan tidak boleh sekadar seremoni, tetapi harus menjadi momentum untuk meningkatkan pengawasan. Ia menekankan, sebagai negara besar, Indonesia harus menunjukkan kepada dunia bahwa negara telah hadir dan bergerak cepat serta siap menghadapi ancaman radiasi dengan segala daya dan upaya bersama.
“Peristiwa ini merupakan alarm keras bagi kita semua untuk menuntut respons yang terpadu, terukur, dan terkoordinasi dari seluruh elemen,” tegasnya.