Tidur malam yang cukup memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak. Sayangnya, di era serba digital seperti sekarang, banyak anak yang mulai mengalami gangguan pola tidur karena terlalu lama bermain gawai, menonton televisi, atau melakukan aktivitas lain hingga larut malam.
Padahal, waktu tidur yang ideal untuk anak-anak sangat menentukan perkembangan otak, daya tahan tubuh, dan keseimbangan emosional mereka. Berdasarkan pedoman kesehatan dari berbagai lembaga medis, anak usia sekolah dasar membutuhkan waktu tidur antara 9 hingga 11 jam setiap malam, sementara remaja membutuhkan sekitar 8 hingga 10 jam.
Tidur Malam dan Proses Pertumbuhan
Saat anak tidur, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan (growth hormone) yang berperan penting dalam memperbaiki jaringan tubuh, memperkuat tulang, serta membantu perkembangan otot. Hormon ini dilepaskan terutama pada saat tidur malam yang nyenyak, sehingga anak yang sering tidur larut atau kurang tidur berisiko mengalami pertumbuhan yang terhambat.
Selain itu, tidur cukup juga membantu memperkuat daya ingat dan konsentrasi anak. Saat beristirahat, otak memproses dan menyimpan informasi yang telah diterima sepanjang hari.
Anak yang memiliki waktu tidur cukup biasanya lebih fokus di sekolah dan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik dibandingkan anak yang sering begadang.
Dampak Kurang Tidur pada Anak
Kurang tidur tidak hanya menyebabkan anak mudah mengantuk di siang hari, tetapi juga berdampak pada emosi dan perilaku. Anak yang kurang tidur cenderung lebih mudah marah, sulit berkonsentrasi, dan mengalami penurunan semangat belajar.