“Dulu saya pikir cukup dengan bekerja keras untuk mereka. Tapi ternyata anak juga butuh kehadiran, bukan hanya kiriman uang,” ujarnya sambil tersenyum.
Penelitian dari berbagai lembaga juga menunjukkan bahwa anak dengan ayah yang terlibat aktif dalam pengasuhan memiliki tingkat stres lebih rendah dan prestasi akademik yang lebih baik. Peran ayah dalam memberikan rasa aman dan teladan positif menjadi pondasi penting bagi tumbuh kembang anak.
“Ketika ayah hadir, anak belajar tentang tanggung jawab, kasih sayang, dan bagaimana menjadi pribadi yang kuat tanpa kehilangan empati,” tutur dr. Sinta.
Perubahan pola pengasuhan ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keluarga Indonesia — menghadirkan harmoni, kebersamaan, dan keseimbangan antara peran ayah dan ibu dalam membentuk generasi yang berkarakter.
Tagline:
Ayah bukan hanya kepala keluarga, tapi juga hati yang menguatkan dan tangan yang menuntun langkah anak menuju masa depan.