Ikuti Kami
Selasa, 7 Juli 2026 Versi Web

Analisis Keamanan Pangan pada Kasus Keracunan Jajanan Latiao Terkontaminasi Bacillus cereus di Tahun 2025

Penulis: Yati Komalasari
Selasa, 10 Juni 2025 | 17:23 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Akar Masalah

Investigasi BPOM menunjukkan bahwa distribusi dan penyimpanan produk latiao tidak memenuhi standar Cara Peredaran Pangan Olahan yang Baik (CPerPOB). Importir dan distributor dituding lalai dalam menjaga kualitas selama rantai pasok.

Imbauan untuk Masyarakat

BPOM tegas mengimbau agar : Semua produk latiao apalagi dari merek yang disebut di atas jangan dikonsumsi. Jika masih memiliki produk tersebut, segera dibuang dari pada berisiko sakit.

Konsumen, terutama ibu hamil, anak-anak, dan lansia, tetap cermat memeriksa label dan izin edar pangan.

Tindakan Lanjutan

YLKI mengapresiasi tindakan cepat BPOM, tetapi menekankan agar pengawasan menyeluruh dan edukasi konsumen terus digalakkan.

Pemerintah diminta membuka saluran pengaduan agar korban bisa melapor dan penanganan bisa segera dilakukan.

Kesimpulan

Kasus keracunan massal ini menjadi tanda bahaya nyata bahwa jajanan impor, termasuk rasa pedas yang menggoda seperti latiao, tidak selalu aman. Kontaminasi mikroba seperti Bacillus cereus bisa terjadi jika distribusi dan penyimpanan tidak sesuai standar.

Perlindungan konsumen melalui aturan BPOM, edukasi, dan kesadaran publik sangat penting bagi pencegahan kejadian serupa di masa depan.

Penulis: Yati Komalasari
Selasa, 10 Juni 2025 | 17:23 WIB
Artikel Selanjutnya

Silent Killer di Meja Makan: Bagaimana Analisis Logam Berat Pada Ikan Menyelamatkan Jutaan Keluarga Indonesia

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Kentang Penyelamat Nasi Kelembekan? Ini Dia Faktanya!

Senin, 15 September 2025 | 15:04 WIB
↑ Kembali ke atas
Analisis Keamanan Pangan pada Kasus Keracunan Jajanan Latiao Terkontaminasi Bacillus cereus di Tahun 2025

Bagikan artikel ini melalui