“Permintaan global rata-rata tumbuh 7,7 persen, sehingga pasar kita masih memiliki peluang besar,” jelas Budi.
Ia menambahkan bahwa daya saing tinggi diperlukan untuk meningkatkan ekspor ke pasar global, agar produk lokal mampu bersaing dengan produk asing yang sering kali lebih murah dan berkualitas tinggi.
“Kita memiliki tiga program utama ke depan: pertama, pengamanan pasar domestik dengan meningkatkan daya saing; kedua, perluasan pasar ekspor; dan ketiga, mendorong UMKM untuk berani berinovasi dan ekspor,” terangnya.
Budi juga menegaskan bahwa untuk menjadi negara maju, rasio kewirausahaan harus mencapai 10-12 persen. Ia berharap para pengusaha bisa menggandeng UMKM sebagai mitra strategis, sehingga bersama-sama dapat menguasai pasar dan bangkit secara kolektif.
“Mari kita kontribusikan secara bersama untuk mencapai cita-cita menjadi negara maju pada tahun 2045,” tutupnya.
Di lokasi yang sama, Direktur Utama Mayora Group Andre Sukendra Atmadja menyampaikan bahwa pelepasan ekspor kali ini mengingatkan pada momen saat Presiden ke-7 Joko Widodo melepas ekspor kontainer Mayora Group ke-200.000 yang ditujukan ke Filipina.
“Saat itu Pak Jokowi berpesan agar ekspor tidak hanya ke Filipina saja, melainkan diperluas ke negara-negara lain. Sejak saat itu, kami terus berupaya membuka pasar baru, dan pada 2024, Mayora sudah menambahkan 12 negara baru untuk tujuan ekspor, totalnya mencapai lebih dari 103 negara,” ungkap Andre.
Ia menyebutkan bahwa produk-produk yang diekspor meliputi kopi, cokelat, dan makanan ringan, yang sangat diminati di berbagai pasar internasional. Kali ini, ekspor tersebut akan dikirim ke 15 negara, seperti Palestina, Arab Saudi, UAE, Mesir, Afrika Selatan, Thailand, Malaysia, Bangladesh, dan Australia.(*)
(red)