Hendar dari DPMD Kabupaten Serang juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, kader Posyandu, dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi tantangan stunting. Ia mendorong para kader untuk terus aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu hamil dan menyusui, serta keluarga dengan balita, mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat.
Bidan desa, Muhibah Sulistiyani, dalam kesempatan yang sama memberikan penjelasan mengenai tanda-tanda stunting dan cara pencegahannya. Ia menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan dengan memastikan ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Selain itu, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin di Posyandu juga menjadi kunci penting dalam pencegahan stunting.
Acara pemberdayaan masyarakat ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana para peserta dapat bertanya langsung kepada narasumber mengenai berbagai isu terkait stunting. Kader-kader Posyandu yang hadir juga diberikan pelatihan singkat untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengidentifikasi dan menangani kasus stunting di lapangan.
Dengan adanya acara ini, Desa Sindangheula berharap dapat terus mengurangi angka stunting di wilayahnya dan mewujudkan generasi yang sehat dan kuat. Pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat bertekad untuk bersama-sama mengawal program pencegahan stunting ini hingga mencapai hasil yang optimal.
Pewarta: Herfa