Harmayani.
Ia melanjutkan, tren kasus TBC anak di Indonesia, termasuk Kota Tangerang, mengalami peningkatan pada tahun 2023. Bahkan, seperempat dari jumlah kasus TBC tahun 2023 adalah anak-anak.
Dinkes Kota Tangerang mencatat, kasus TBC tahun 2022 sekitar 9 ribuan kasus dan 700 kasus di antaranya adalah anak-anak.
"Angka ini meningkat di tahun 2023, dari temuan 10.935 kasus, 2.500 di antaranya adalah anak-anak. Sedangkan hingga Mei 2024, sudah 321 anak di Kota Tangerang tercatat dalam pengobatan TBC," katanya.
Oleh karena itu, ia mengajak orang tua di Kota Tangerang untuk tidak ragu dan segera membawa anak-anak mereka ke posyandu untuk mengikuti program Gertak Tangkas, untuk penimbangan dan mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk skrining TBC.
"Mari kita sukseskan program ini, terutama untuk keluarga dan orang-orang yang kita cintai agar terlindungi dari penyakit. Semoga intervensi atau penanganan dini ini dapat menanggulangi kasus stunting dan TBC pada anak-anak Kota Tangerang dengan lebih baik dan dapat mewujudkan generasi anak-anak yang sehat," tutup dr.
Harmayani.
(red)