Hambatan dan Kebiasaan Buruk yang Mempersulit Anda Menguasai Keterampilan Membaca Cepat
Kebiasaan menggerakkan kepala muncul dari kebiasaan membaca per suku kata atau membaca Kata per kata. Pada proses membaca seperti ini, bahan bacaan dike- lompokkan dalam satuan terkecilnya yakni kata per kata atau bahkan cuma per suku kata.
Dengan demikian, kecepatan baca akan terbatas meskipun tidak selambat orang yang membaca dengan vokalisasi atau gerakan bibir.
Dengan menghilangkan kebiasaan ini, biasanya sekaligus akan menghilangkan kebiasaan membaca kata per kata dan mulai berusaha menangkap beberapa kata sekaligus.
4. Regresi
Regresi adalah sebuah kebiasaan membaca bahan bacaan, kemudian mengulangnya kembali karena khawatir apa yang baru saja dibaca tidak terpahami. Regresi paling sering dialami mahasiswa yang akan menghadapi ujian apalagi jika sebelumnya tidak punya persiapan.
Ketika membaca suatu paragraf, akan muncul perasaan kurang yakin bahwa paragraf tersebut telah dimengerti kemudian berusaha mengulang lagi dari awal paragraf atau awal baris sampai beberapa kali.
Ternyata kebiasaan regresi ini cukup dominan dimiliki seseorang meskipun sudah bisa membaca lebih cepat dari orang kebanyakan. Regresi dianggap suatu cara untuk memastikan pemahaman akan bahan bacaan.
Dalam satu halaman, seseorang bisa melakukan regresi 20 sampai 25 kali.
5. Sub Vokalisasi
Dari namanya, kebiasaan buruk yang satu ini punya kemiripan dengan vokalisasi. Bedanya adalah, jika vokalisasi melafalkan bahan bacaan dengan bersuara, sub vokalisasi adalah membaca di dalam hati.