BKPM dan Pemprov Banten Bidik Investasi Besar di Tiga Sektor, Kesehatan Tembus Rp12,7 Triliun
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM, Riyatno, mengatakan Banten memiliki posisi strategis sebagai tujuan investasi, terutama karena didukung infrastruktur dan kawasan ekonomi yang terus berkembang.
Ia mengungkapkan, realisasi investasi sektor kesehatan di Banten sejak 2025 telah mencapai Rp12,7 triliun. Sementara itu, pada semester I 2026, realisasi investasi di sektor tersebut tercatat sebesar Rp1,9 triliun, meningkat Rp800 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Menurut Riyatno, capaian tersebut menunjukkan adanya peluang pengembangan investasi kesehatan yang masih dapat dioptimalkan, termasuk fasilitas layanan kesehatan, teknologi medis, dan layanan kebugaran.
Di sektor perhotelan, keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi salah satu keunggulan Banten dalam mendukung mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pengembangan infrastruktur pariwisata, khususnya akses menuju KEK Tanjung Lesung, juga dinilai dapat memperkuat daya tarik Banten sebagai destinasi wisata baru.
“Termasuk dalam sektor pendidikan tinggi, Banten menjadi daerah yang memiliki kampus bertaraf internasional di BSD, yakni Monash University Indonesia,” paparnya.
Riyatno menilai pengembangan pendidikan tinggi berstandar internasional berpotensi memperkuat ekosistem pendidikan, mendorong investasi di sektor pendukung, serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia.
Pertumbuhan Ekonomi Banten Capai 5,45 Persen