Hasil identifikasi tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang keluarga yang selama lebih dari dua pekan terus menunggu kabar mengenai keberadaan Surakman.
Putra Surakman, Yayat Suryadi (34), mengatakan keluarga tidak pernah berhenti mendoakan ayahnya sejak dinyatakan hilang.
“Sejak hilang sampai sekarang, kami terus mengadakan pengajian di rumah. Setiap malam kami bersama-sama warga memanjatkan doa,” ujar Yayat.
Di mata keluarga, Surakman merupakan sosok pekerja keras dan nelayan tangguh. Ia telah melaut sejak lulus sekolah dasar (SD) dan selama hidupnya dikenal sebagai sosok yang gigih mencari nafkah untuk keluarga.
Surakman meninggalkan dua orang anak dan enam cucu.
Kini, keluarga tidak lagi menunggu kepastian tentang keberadaan Surakman, tetapi bersiap menyambut kepulangan jenazah untuk dimakamkan di kampung halaman.
Jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 07.20 WIB. Dari bandara, jenazah akan langsung dibawa ke rumah duka di Carita.
“Dari bandara jenazah akan dibawa ke sini, kemudian disalatkan di masjid. Setelah itu, langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kidemang,” tutur Yayat.