Abu Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Warga Diminta Waspada
Erupsi dilaporkan disertai lontaran material vulkanik, pancaran lava atau lava fountain, suara gemuruh, serta hujan abu. Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah sekitar dan daerah yang berada pada jalur sebaran abu perlu meningkatkan kewaspadaan.
Pemprov Banten mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Sesuai rekomendasi keselamatan Badan Geologi, masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun nelayan dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Larangan tersebut menjadi bagian penting dari upaya mitigasi untuk mencegah masyarakat terpapar langsung dampak aktivitas vulkanik yang sewaktu-waktu dapat berubah.
Selain warga di wilayah Banten, masyarakat pesisir Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang serta mengikuti setiap arahan dari BPBD maupun instansi terkait. Pemerintah mengimbau masyarakat tidak mengambil tindakan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Andra juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang bersumber dari media sosial maupun pesan berantai yang belum jelas kebenarannya.
"Diharapkan masyarakat hanya memercayai dan mencari informasi dari media atau sumber resmi pemerintah," tegasnya.
Menurut Andra, penyampaian informasi yang akurat sangat penting dalam situasi seperti ini. Informasi resmi akan membantu masyarakat memahami perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sekaligus mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila terjadi perubahan kondisi.
Pemerintah Provinsi Banten juga memastikan koordinasi antarlembaga terus dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Pemantauan terhadap arah angin, sebaran abu, dan perkembangan aktivitas gunung api menjadi bagian dari langkah mitigasi yang dilakukan secara berkelanjutan.