Bupati Cup U-17 Dibuka, Talenta Tangerang Diburu
Program pembinaan sepak bola tersebut, kata Maesyal, merupakan kelanjutan dari berbagai kompetisi usia dini dan usia muda yang sebelumnya telah digelar Pemkab Tangerang. Beberapa di antaranya adalah Bupati Cup kategori U-13 dan U-15.
Kompetisi secara berjenjang dinilai penting untuk memberikan ruang kepada anak-anak dan remaja agar memiliki pengalaman bertanding sejak usia dini. Pembinaan juga tidak akan berhenti pada cabang olahraga sepak bola.
Pemkab Tangerang berencana melanjutkan pola pembinaan serupa pada berbagai cabang olahraga lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus mengharumkan nama daerah.
“Kita juga akan menggelar pembinaan berjenjang untuk cabang olahraga lainnya. Karena dengan olahraga kita semua bisa mendapatkan prestasi. Dengan olahraga juga kondisi kesehatan kita bisa terjaga,” ujar Maesyal.
Selain menekankan aspek pembinaan, Bupati Tangerang juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi untuk menjaga integritas pertandingan. Wasit, hakim garis, panitia, pelatih hingga perangkat wilayah diminta menjalankan tugas secara profesional dan tidak memihak.
“Wasit harus netral, hakim garis netral, panitia netral. Karena tujuan kita ada dua, yaitu pembinaan dan prestasi. Jangan sampai ada keributan atau hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Maesyal juga mengajak para camat ikut bertanggung jawab terhadap pembinaan tim dari wilayah masing-masing. Dukungan tersebut dinilai penting agar kompetisi tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet di tingkat kecamatan.
Di sisi lain, Ketua Askab PSSI Kabupaten Tangerang H. Danil Ramdhani menegaskan bahwa Bupati Cup U-17 2026 dirancang sebagai salah satu fondasi untuk membangun ekosistem sepak bola daerah yang sehat dan berkelanjutan.