Gus Kikin Pimpin PBNU, Generasi Muda NU Banten Serukan Semua Kader Kembali Bersatu
Menghadapi masa depan organisasi setelah penutupan ini, Abdul Jabar kembali mengingatkan bahwa kekompakan di dalam tubuh NU adalah harga mati. Langkah awal yang paling penting bagi Kiai Miftah dan Gus Kikin adalah segera merangkul kembali para tokoh kiai yang kemarin menjadi pesaing, seperti KH Yahya Cholil Staquf dan KH Zulfa Mustofa. Perbedaan pilihan selama Muktamar harus dilupakan agar tidak ada perpecahan di tingkat bawah.
"Susunan pengurus PBNU yang baru harus merangkul semua pihak yang punya kemampuan terbaik. Kita butuh kerja sama yang cepat dan keterbukaan. Tujuannya agar semua program bantuan tidak mandek di Jakarta, melainkan mengalir lancar sampai ke tingkat pengurus kabupaten (PCNU), kecamatan (MWCNU), hingga ke ranting-ranting di tingkat desa," tambah Jabar.
Sebagai penutup, kedua tokoh muda NU asal Banten ini menyampaikan ucapan selamat dan doa tulusnya untuk duet pemimpin baru PBNU:
"Selamat dan sukses atas terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan, dan keberkahan dalam mengemban amanah besar ini. Saatnya bersatu kembali, merajut ukhuwah dari pusat hingga ke tingkat ranting desa, demi menjaga marwah ulama dan mengawal kemaslahatan umat serta bangsa."