Tol Serang-Panimbang Makin Dekat, Tanjung Lesung Dibidik Jadi Mesin Ekonomi Baru Banten
Purnomo mengungkapkan, nilai investasi yang telah dikerjakan badan usaha pengelola bersama sejumlah investor di kawasan Tanjung Lesung saat ini telah mencapai lebih dari Rp2,5 triliun.
Investasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengembangan kawasan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
“Hingga tahun ini, sekitar 6.500 tenaga kerja telah terserap dalam berbagai kegiatan dan event yang diselenggarakan di Tanjung Lesung,” jelasnya.
Besarnya serapan tenaga kerja tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kawasan pariwisata dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat. Dengan semakin meningkatnya aktivitas wisata dan investasi, peluang ekonomi baru diharapkan terus terbuka.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Banten melalui berbagai perangkat daerah. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Ely Susiyana mengatakan, Pemprov Banten terus mendorong pengembangan KEK Pariwisata Tanjung Lesung melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pihak swasta.
Menurut Ely, Tanjung Lesung memiliki posisi strategis karena merupakan salah satu KEK pariwisata yang telah lama dikembangkan di Indonesia.
Karena itu, pengembangan kawasan tersebut kini diarahkan tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan promosi untuk mengubah persepsi wisatawan terhadap Banten sebagai destinasi liburan.
“Ini adalah salah satu KEK pariwisata tertua sebetulnya dan memang ini kita dorong karena harapan Pak Gubernur ke depan kita merubah top of mind para calon wisatawan, agar tujuannya sekarang ke Banten aja,” katanya.