Nyimas Banten II Digelar, Wagub Dimyati Dorong Lahirnya Pendekar Muda Berkarakter
Selain kedisiplinan, pencak silat juga dinilai mampu membangun karakter yang baik. Nilai-nilai kesopanan, kesantunan, dan akhlak mulia menjadi bagian penting yang harus ditanamkan kepada setiap pesilat.
Dimyati menilai, pembentukan karakter tersebut juga berkaitan erat dengan kemampuan mengelola emosi. Dengan mental yang terlatih, seorang pesilat diharapkan mampu menghadapi berbagai situasi secara tenang dan tidak mudah terpancing.
“Membangun kecerdasan emosional yang bagus,” tuturnya.
Tidak hanya aspek fisik dan mental, Dimyati juga menekankan nilai religius yang terkandung dalam pencak silat. Menurutnya, kegiatan latihan dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, salah satunya melalui kebiasaan berdoa sebelum memulai latihan.
“Silat juga membangun keimanan dan ketakwaan seseorang. Hati menjadi dekat dengan Allah,” ungkapnya.
Nilai keberanian yang diperoleh melalui latihan pencak silat, lanjut Dimyati, juga harus digunakan untuk tujuan yang positif. Keberanian seorang pesilat semestinya diarahkan untuk membela kebenaran dan membantu sesama, bukan digunakan untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain.
“Yang bisa silat memiliki keberanian untuk membela yang benar atau amar makruf nahi mungkar,” katanya.
Lebih jauh, Dimyati menyebut pencak silat juga mengajarkan kesabaran, kekeluargaan, sikap saling menolong, dan keikhlasan. Proses latihan yang dilakukan secara bertahap dapat menempa mental sekaligus membangun hubungan yang kuat antarpesilat.