Andra Soni Pacu Agrobisnis Banten, Puskagro Tangerang Jadi Pilot Project Ketahanan Pangan
Karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pusat pengolahan, sektor logistik, lembaga pembiayaan, pasar, teknologi, perguruan tinggi, badan usaha milik daerah (BUMD), koperasi hingga industri.
“Itu penting diperhatikan agar rantai pasok kita dari hulu sampai hilir terus terjaga keberlangsungannya dalam jangka panjang yang berkesinambungan,” katanya.
Andra menyebut, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan kini menunjukkan peran yang semakin penting terhadap pertumbuhan ekonomi Banten. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, sektor tersebut mencatat pertumbuhan sebesar 9,60 persen sepanjang 2025.
Tren positif tersebut berlanjut pada triwulan I 2026. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 17,88 persen atau menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi dibandingkan lapangan usaha lainnya.
Bagi Andra, angka tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian di Banten telah mengalami perubahan signifikan. Pertanian tidak lagi semata-mata dipandang sebagai aktivitas produksi tradisional, tetapi telah berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.
“Data itu menunjukkan bahwa sektor pertanian Banten bukan lagi sektor tradisional melainkan menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak mengubah cara pandang terhadap sektor pertanian. Pengembangan pertanian harus diarahkan menjadi sektor strategis yang memiliki nilai ekonomi, investasi, dan nilai tambah yang besar.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, perguruan tinggi, lembaga keuangan, koperasi, BUMD dan industri diharapkan semakin kuat. Modernisasi pertanian dan hilirisasi juga perlu terus didorong agar hasil produksi tidak berhenti sebagai komoditas mentah.