Api Lahap Kandang Kambing di Cadasari, Kerugian Tembus Rp350 Juta
Kebakaran tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan pada bangunan kandang, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi pemilik ternak. Nilai kerugian akibat hilangnya sekitar 100 ekor kambing diperkirakan mencapai Rp350 juta.
"Kerugian di angka sekitar Rp350 juta," ujar Agus.
Peristiwa ini menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat, khususnya para peternak yang berada di wilayah rawan kekeringan. Kondisi cuaca yang panas dan lingkungan yang kering dapat membuat api lebih cepat menyebar apabila aktivitas pembakaran dilakukan tanpa pengawasan.
Masyarakat pun diingatkan untuk lebih berhati-hati ketika melakukan pembakaran pakan, sampah maupun material lain di sekitar area peternakan. Api yang awalnya terlihat kecil dapat dengan cepat membesar apabila terkena material mudah terbakar dan tertiup angin.
Kebakaran kandang di Cadasari ini juga menunjukkan pentingnya kesiapan peternak dalam menghadapi kondisi darurat. Akses terhadap sumber air, alat pemadam sederhana serta jalur evakuasi ternak menjadi hal penting untuk dipersiapkan, terutama saat musim kemarau.
Bagi pemilik ternak, kehilangan puluhan hingga ratusan hewan dalam satu kejadian tentu menjadi pukulan berat. Selain kehilangan aset bernilai ekonomi, proses pemulihan usaha peternakan juga membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Hingga kini, peristiwa tersebut menjadi pengingat agar aktivitas yang melibatkan api di sekitar kandang dilakukan dengan penuh kewaspadaan. Terlebih pada musim kemarau, ketika kondisi lingkungan relatif kering dan api berpotensi menjalar dengan cepat.