Ikuti Kami
Selasa, 4 Agustus 2026 Versi Web

Jaro dalam Struktur Adat Baduy

Penulis: Yustinus Agus
Selasa, 4 Agustus 2026 | 00:10 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Semua itu berpijak pada falsafah hidup yang hingga kini tetap dijunjung tinggi oleh masyarakat Baduy:

Lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung.

Falsafah tersebut mengajarkan bahwa amanat leluhur harus dijaga sebagaimana adanya, tanpa dikurangi maupun ditambah. Karena itu, setiap pemangku adat, mulai dari Pu'un hingga perangkat pemerintahan kampung, memikul tanggung jawab yang sama untuk menjaga kelestarian adat serta memastikan warisan budaya Baduy tetap hidup dari generasi ke generasi.

Di tengah derasnya arus modernisasi, struktur kelembagaan adat Baduy memperlihatkan bahwa kearifan lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sebuah sistem sosial yang masih relevan dalam menjaga harmoni antara manusia, masyarakat, alam, dan Sang Pencipta. Inilah salah satu alasan mengapa masyarakat Baduy tetap mampu mempertahankan identitas budayanya hingga hari ini, tanpa kehilangan akar nilai yang diwariskan oleh para leluhurnya.

Penulis: Yustinus Agus
Selasa, 4 Agustus 2026 | 00:10 WIB
Artikel Selanjutnya

MEMAKNAI SEBA DALAM PERSPEKTIF ADAT BADUY

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Jaro dalam Struktur Adat Baduy

Selasa, 4 Agustus 2026 | 00:10 WIB

MEMAKNAI SEBA DALAM PERSPEKTIF ADAT BADUY

Jumat, 31 Juli 2026 | 11:23 WIB

TRADISI KAWALU SUKU BADUY

Senin, 27 Juli 2026 | 00:41 WIB
↑ Kembali ke atas
Jaro dalam Struktur Adat Baduy

Bagikan artikel ini melalui