Ikuti Kami
Jumat, 18 September 2026 Versi Web
Konten Redaksi

Rahasia Pikukuh Suku Baduy yang Tetap Dipatuhi dari Generasi ke Generasi

Rabu, 29 Juli 2026 | 13:38 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Oleh: Ki Yanie

Masyarakat Adat Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dikenal sebagai salah satu komunitas adat di Indonesia yang tetap teguh memegang tradisi leluhur. Di tengah arus modernisasi, mereka mampu mempertahankan harmoni kehidupan melalui berbagai pikukuh dan petuah adat yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.

Bagi masyarakat Baduy, pikukuh bukan sekadar aturan adat, melainkan pedoman hidup yang mengatur hubungan manusia dengan Sang Hyang Kersa, sesama manusia, karuhun (leluhur), dan alam semesta. Nilai-nilai tersebut membentuk karakter masyarakat yang sederhana, jujur, mandiri, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.

Beberapa pikukuh dan petuah yang dikenal luas dalam tradisi Baduy antara lain:

1. Lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung ( menjaga ketentuan adat sebagaimana diwariskan oleh leluhur )

2. Gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang diruksak   (melindungi gunung dan lembah sebagai penyangga kehidupan)

3. Larangan teu meunang dirempak, buyut teu meunang dirobah (menghormati wilayah larangan dan amanat leluhur)

4. Gunung kaian, gawir awian, lebak caian, datar imahan, sampalan kebonan, walungan rawatan (menempatkan setiap bentang alam sesuai fungsi ekologisnya)

5. Mipit kudu amit, ngala kudu menta (mengambil sesuatu harus dengan izin dan penuh penghormatan).

Rabu, 29 Juli 2026 | 13:38 WIB
Artikel Selanjutnya

TRADISI KAWALU SUKU BADUY

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

TBM MaBaR: Kecil Tempatnya, Besar Gerakan Literasinya

Selasa, 15 September 2026 | 13:59 WIB

Bandung Bersiap Sambut Forum Kota Pusaka Indonesia 2027

Senin, 24 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB
↑ Kembali ke atas
Rahasia Pikukuh Suku Baduy yang Tetap Dipatuhi dari Generasi ke Generasi

Bagikan artikel ini melalui