Tangsel Darurat Narkoba? Saat Penjaga Justru Tersandung Dugaan Kasus
Ada ironi yang sulit diterima masyarakat ketika aparat yang diberi amanah memberantas narkotika justru tersandung dugaan keterlibatan dalam perkara yang sama. Peristiwa itulah yang kini mengguncang Kota Tangerang Selatan setelah beredar kabar penangkapan Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman, bersama sejumlah anggotanya oleh tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.
Kabar tersebut sontak menjadi perhatian publik. Bukan hanya karena jabatan yang disandang, tetapi juga karena posisi Kasat Narkoba merupakan ujung tombak pemberantasan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan.
Bagi masyarakat, peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar. Sejauh mana peredaran narkoba telah merambah hingga aparat penegak hukum? Apakah kasus ini merupakan tindakan individu atau bagian dari persoalan yang lebih luas? Jawaban atas pertanyaan itu masih menunggu hasil penyidikan yang kini dilakukan Bareskrim Polri.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, membenarkan adanya operasi penindakan tersebut. Menurutnya, tim gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang dipimpin Kombes Pol. Handik Zusen dan Kombes Pol. Kevin Leleury telah mengamankan AKP Pardiman.
Tidak hanya itu, enam anggota di bawah jajarannya serta seorang anggota Polda Aceh juga turut diamankan. Hingga kini, penyidik masih mendalami dugaan keterlibatan para terduga dalam perkara peredaran gelap narkotika, penyalahgunaan narkoba, serta dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penegakan hukum tindak pidana narkotika.
Kasus ini menjadi pukulan bagi kepercayaan publik. Selama ini, masyarakat menggantungkan harapan kepada aparat kepolisian untuk memutus mata rantai peredaran narkoba yang terus mengancam generasi muda. Ketika aparat yang bertugas melakukan penindakan justru terseret dalam penyidikan, wajar jika muncul kekhawatiran dan tanda tanya di tengah masyarakat.
Tangerang Selatan sendiri merupakan wilayah perkotaan dengan mobilitas penduduk yang tinggi. Posisinya yang berbatasan dengan Jakarta dan daerah penyangga lainnya menjadikan wilayah ini memiliki tantangan besar dalam pengawasan terhadap peredaran narkotika. Aparat penegak hukum selama ini kerap mengungkap berbagai kasus narkoba, mulai dari pengguna hingga jaringan pengedar.
Karena itu, penangkapan seorang Kasat Narkoba menjadi peristiwa yang tidak bisa dipandang sebagai kasus biasa. Publik tentu berharap pengusutan dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Jika memang ada pihak lain yang terlibat, proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu. Sebaliknya, apabila terdapat fakta yang berbeda, hasil penyidikan juga harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.