Lapas Banjarmasin Gelar Pembelajaran Fikih Salat, Warga Binaan Diajak Hayati Makna Ibadah
DISTRIKBANTENNEWS.COM, Banjarmasin - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin menggelar pembelajaran fikih salat di Masjid Baabut Taqwa. Kegiatan ini berlangsung pada Senin kemarin (30/3/2026)dan diikuti antusias oleh para Warga Binaan.
Mursalim, peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan, menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa salat bukan hanya kewajiban, tetapi juga jalan terdekat bagi manusia dengan Tuhannya.
Menurut Mursalim, salat merupakan amal utama yang menentukan baik buruknya kehidupan seseorang. Salat juga berfungsi menjaga manusia dari keburukan, menghapus dosa, dan menjadi bukti keimanan.
“Namun, di balik setiap gerakannya terdapat makna mendalam, takbir sebagai pelepasan dari dunia, rukuk sebagai perendahan ego, dan sujud sebagai titik terdekat seorang hamba dengan Allah,” jelas Mursalim. Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan tasawuf untuk menghidupkan makna salat.
Hati yang masih dipenuhi sifat riya, kesombongan, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia akan sulit merasakan kekhusyukan.
“Melalui zikir, muhasabah, dan tobat, hati dibersihkan agar mampu hadir sepenuhnya dalam salat. Ketika fikih dan tasawuf berjalan beriringan, maka salat tidak lagi sekadar rutinitas, tetapi menjadi pertemuan yang menghadirkan ketenangan dan kedekatan dengan Allah,” tambahnya. Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter Warga Binaan.
Kegiatan semacam ini diharapkan mampu memperkuat keimanan mereka.
“Pembinaan keagamaan seperti ini diharapkan mampu memperkuat keimanan dan membangun kesadaran diri Warga Binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Akhmad Herriansyah.