Menanggapi teguran tersebut, Selvi Alavia alias Ceppy tidak tinggal diam. Ia memberikan klarifikasi melalui kolom komentar, mencoba menjelaskan alasan di balik unggahan foto tersebut.
Menurut Ceppy, ia mengunggah foto tersebut bukan tanpa alasan. Ia mengaku ingin menunjukkan kehadiran Tasyi kepada tamu yang tidak melihatnya dalam momen kumpul keluarga tersebut.
“Karena ada tamu aku yang enggak melihat ada kamu. Santai dan tenang, sudah dihapus kok. Sabar ya baru beres Lebaran masa marah-marah dan nyalahin mama?” tulis Ceppy.
Pernyataan ini menunjukkan upaya pembelaan diri sekaligus penegasan bahwa unggahan tersebut tidak dimaksudkan untuk memicu konflik. Ia juga menyebut bahwa foto tersebut telah dihapus sebagai bentuk respons terhadap keberatan sang adik.
Namun, pernyataan Ceppy justru memperluas spektrum konflik. Kalimat yang menyebut soal “menyalahkan mama” memunculkan dimensi baru dalam perselisihan tersebut, yakni keterlibatan orang tua dalam dinamika hubungan keluarga mereka.
Menariknya, Tasyi tidak memberikan balasan langsung terhadap komentar sang kakak. Namun, ia terlihat merespons komentar warganet yang menyinggung pentingnya berdamai dengan keluarga.
Dalam tanggapannya, Tasyi menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang pertama memulai konflik. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa permasalahan yang terjadi bukanlah hal baru, melainkan bagian dari konflik yang sudah berlangsung sebelumnya.
Sikap tersebut memperlihatkan adanya narasi yang ingin dibangun oleh Tasyi: bahwa dirinya bukan penyebab utama perselisihan, melainkan bagian dari situasi yang lebih kompleks.