Dosen UWMY Elza Qorina Soroti Ketimpangan Beban Reproduksi Perempuan di Hari Internasional
DISTRIKBANTENNEWS.COM, Yogyakarta - Dosen Program Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Elza Qorina Pangestika, S.H., M.H., menyoroti ketimpangan beban reproduksi yang masih ditanggung perempuan. Pernyataan ini disampaikan dalam momentum peringatan Hari Perempuan Internasional setiap 8 Maret.
Menurut Elza, peringatan tersebut menjadi refleksi atas berbagai persoalan kesetaraan gender. Salah satunya adalah pembagian tanggung jawab reproduksi antara laki-laki dan perempuan.
Elza menjelaskan, secara biologis perempuan menjalani proses panjang. Proses ini meliputi menstruasi, hamil sembilan bulan, melahirkan, hingga menyusui.
"Secara biologis perempuan sudah menjalani proses panjang mulai dari menstruasi, hamil sembilan bulan, melahirkan hingga menyusui," ujar Elza Qorina Pangestika, S.H., M.H. "Semua itu membutuhkan energi fisik, mental, dan emosional yang sangat besar," kata Elza Qorina Pangestika, S.H., M.H. Ia menambahkan, kini semakin banyak perempuan yang aktif bekerja dan berkontribusi secara ekonomi bagi keluarga.
Banyak perempuan harus menjalani dua peran sekaligus.
"Banyak perempuan menjalani dua peran sekaligus, sebagai pekerja profesional dan sebagai ibu yang bertanggung jawab dalam pengasuhan di rumah," tutup Dosen Program Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Elza Qorina Pangestika, S.H., M.H. Elza juga menyoroti program keluarga berencana (KB) yang masih lebih banyak menyasar tubuh perempuan.
Metode kontrasepsi seperti pil KB, suntik, implan, hingga IUD hampir semuanya ditujukan kepada perempuan, padahal metode kontrasepsi untuk laki-laki seperti vasektomi juga tersedia.
***