Program Ketahanan Pangan Polri Hasilkan Surplus Jagung 470 Ribu Ton pada 2025
Program ketahanan pangan yang diinisiasi Polri berhasil membuahkan hasil membanggakan. Indonesia mencatat surplus produksi jagung nasional sebesar 470 ribu ton pada tahun 2025.
Capaian ini didukung produksi jagung dari lahan binaan Polri yang mencapai 3.975.934 ton. Luas lahan yang dikelola Polri tercatat 661.122 hektare.
Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menyampaikan target Polri untuk tahun 2026.
Polri akan mengupayakan penanaman jagung hingga mencapai 1 juta hektare.
"Untuk tahun 2026, Polri akan mengupayakan pemenuhan sisa target penanaman jagung agar mencapai 1 juta hektare. Dengan tercapainya target luas lahan tersebut, potensi produksi jagung nasional diperkirakan dapat melampaui 4 juta ton," ujar Wakapolri Komjen Pol Prof.
Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. Melimpahnya hasil produksi jagung tersebut diimbangi dengan sistem penyerapan yang baik. Bulog menyerap 101.713 ton jagung, yang berperan vital menjaga stabilitas harga.
Memasuki tahun 2026, stok sisa dari tahun sebelumnya sebesar 4,5 juta ton menjadi modal kuat. Ini akan mengawal ketersediaan pangan nasional sepanjang tahun.
Capaian surplus ini merupakan hasil dari manajemen pertanian yang terintegrasi. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran aktif seluruh pemangku kepentingan.