Ikuti Kami
Sabtu, 7 Maret 2026 ⚡ Versi Web

Penulis Burhanudin Ungkap Asal Usul Nama Kelurahan Tajur Ciledug Tangerang

Penulis: Redaksi
Jumat, 6 Maret 2026 | 20:10 WIB

DISTRIKBANTENNEWS.COM, Tangerang - Penulis Burhanudin mengupas sejarah asal usul nama tempat di Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Fokus pembahasannya adalah Kelurahan Tajur dan wilayah sekitarnya.

Pembahasan ini tertuang dalam bukunya yang berjudul "Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang".

Kelurahan Tajur sendiri berada di bagian barat daya Kecamatan Ciledug. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Tangerang Selatan.

Kali Angke juga menjadi penanda perbatasan antara Tajur dan Sudimara Pinang. Menurut kamus Sunda, kata 'tajur' berarti kebun atau ladang yang biasa ditanami.

Burhanudin menjelaskan 'tajur' berbeda dengan beberapa jenis tanah lain. Jenis tanah tersebut meliputi tegal (lapangan yang ditumbuhi), talun (penggarapan baru), dan kebon (kebun).

Ada juga sawah atau serang (diairi), huma (sawah tak diairi, disebut juga tipar dan gaga), bera (tanah terbuka tidak digarap), lapang (tanah datar tidak ditanami), serta bubulak (padang rumput). Burhanudin menyebut kebanyakan desa terbentuk di waktu yang relatif muda.

Kondisi ini membuat sebutan seperti tajur (tanah yang ditanami) dan baru (penggarapan baru, terutama kebun kopi) dipakai untuk penamaan desa baru. Tajur dulunya merupakan kebun untuk bercocok tanam.

Tanaman yang ditanam di sana mulai dari singkong, rambutan, hingga duren. Daerah ini menjadi perkebunan karena tanah daratan di Tajur memang cocok untuk menanam.

Bahkan pada zaman kolonial Belanda, Tajur sempat menjadi tempat persemaian dan perkebunan karet.

***

Penulis: Redaksi
Jumat, 6 Maret 2026 | 20:10 WIB

Tags

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas