Pemprov Banten Tekankan Peran Koperasi sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Dalam forum itu, dipaparkan juga perkembangan pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tahun 2026. Dari total 1.551 unit yang direncanakan, sebanyak 828 lokasi atau 53 persen telah memiliki lahan terdata, sementara 723 lokasi atau 47 persen masih belum terdata.
Data ini, menurut Budi, menjadi dasar percepatan koordinasi lintas daerah agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih benar-benar menjadi simpul distribusi kebutuhan pokok dan produk lokal masyarakat.
Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan Dekopinwil Banten periode 2020–2025 atas kontribusi selama lima tahun terakhir.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Ketua Dekopinwil Tahun 2020–2025 atas perjuangannya selama lima tahun yang penuh dinamika,” ujarnya.
Ia mendorong agar kepengurusan baru mampu memperkuat program Koperasi Merah Putih, termasuk pembentukan Toko Rakyat Serba Ada (Tora Sera) di berbagai daerah.
“Potensi ekonomi yang dimiliki daerah, khususnya di desa-desa, harus dikelola dan diorganisir secara profesional dalam wadah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Ferry.
Menurut dia, potensi tersebut akan memberikan nilai tambah apabila dikelola secara kolektif.
“Sehingga potensi itu bisa menghasilkan nilai ekonomis yang dirasakan masyarakat desa,” ujarnya.