Harlah NU ke-103 di Balaraja, Bupati Tangerang Tegaskan NU Penjaga Harmoni dan Mitra Strategis Daerah
TANGERANG — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 Nahdlatul Ulama (NU) di Alun-alun Balaraja, Sabtu (31/01/26), menjadi lebih dari sekadar seremoni keagamaan. Momentum ini dimanfaatkan untuk meneguhkan kembali peran NU sebagai penjaga harmoni sosial sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun umat dan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, di hadapan ribuan warga dan kader NU.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menilai NU memiliki posisi strategis di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi yang kerap memicu pergesekan di masyarakat.
“Keberadaan NU bukan hanya menjadi pilar keagamaan, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu menjaga keseimbangan kehidupan bermasyarakat, khususnya di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi saat ini," ungkapnya.
Ia menegaskan, peran NU sangat besar dalam membina umat dan merawat persatuan di tengah keberagaman. Melalui jaringan pesantren, majelis taklim, madrasah, serta berbagai kegiatan sosial-keagamaan, NU hadir langsung di tengah masyarakat untuk menguatkan akidah, memperbaiki akhlak, dan menjaga persatuan umat.
Bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang, NU bukan sekadar mitra formal, melainkan sahabat strategis dalam pembangunan daerah. Sinergi ulama dan umara yang terjalin selama ini dinilai menjadi fondasi kuat dalam menjaga kondusivitas wilayah, memperkuat kehidupan keagamaan, serta mendorong pembangunan yang berlandaskan nilai moral dan kebersamaan.
“Kami meyakini pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan umat dan bimbingan para ulama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Maesyal menyampaikan komitmen Pemkab Tangerang untuk terus memperkuat kolaborasi dengan NU di berbagai sektor, mulai dari pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, penguatan moderasi beragama, hingga pembentukan karakter generasi muda.