Produser Sunar S Samtani mengungkapkan film CAPER ingin menghadirkan hiburan dengan nilai yang bisa menjadi pelajaran bagi penonton dan masyarakat Indonesia.
"Mungkin banyak dari kita yang pernah berada di titik nol, sama seperti karakter-karakter yang ada di film CAPER. Film ini ingin mengajak kita semua memiliki resiliensi terhadap masalah yang sedang dihadapi dalam hidup, lewat komedi," ujar produser Sunar S Samtani Kamis 29 Januari 2026 kepada para wartawan.
Bagi Amanda Manopo, karakter Tina bisa menjadi ruang untuk berefleksi terutama untuk para perempuan dalam memilih jalan hidup saat ini, terlebih di era serba flexing di media sosial.
Menurut Amanda, Tina jadi contoh yang sangat relevan jika kita tak mampu mengontrol hasrat kesenangan duniawi.
"Jangan jadi Tina yang kalap dan boros. Kalau kita enggak pandai-pandai mengatur finansial kita, bisa-bisa jadi seperti Tina yang cari jalan instan dengan pakai pinjol demi kesenangan sesaat. Film CAPER itu bisa mengingatkan kita pada hal yang penting banget untuk dilakukan saat ini, dan ngasih tahunya dengan cara yang fun lewat komedi yang bikin kita ngakak saat nonton," kata Amanda Manopo.
Fajar Sadboy, yang mendapat kesempatan memiliki peran besar untuk pertama kalinya di layar lebar mengungkapkan dirinya merasa beruntung bisa belajar akting dari sesama rekan pemain, termasuk dari mereka yang telah memulai lebih dulu di dunia seni peran.
"Dari film ini, aku bisa belajar lebih banyak lagi tentang akting. Senang bisa ketemu sama teman-teman pemain lainnya, jadi aku bisa nambah ilmu. Belum lagi film ini juga ngajarin kita buat bisa lebih bijak mengatur keuangan," kata Fajar Sadboy.
Penampilan berbeda sekaligus tantangan dihadapi oleh Devano. Ia yang sebelumnya memerankan karakter yang serius, kini harus berubah 180 derajat.