KOTA SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus menunjukkan keseriusannya dalam bertransformasi mengikuti perkembangan zaman, khususnya dalam menyerap aspirasi masyarakat. Tak lagi hanya bergantung pada mekanisme konvensional Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Pemkot Serang kini membuka ruang partisipasi publik melalui kanal digital yang semakin dekat dengan kehidupan warga, terutama generasi muda.
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mengungkapkan bahwa saat ini Musrenbang tengah berlangsung di tingkat kecamatan dengan melibatkan peran aktif masyarakat dalam merumuskan arah pembangunan ke depan. Namun demikian, Pemkot Serang juga memberi perhatian besar pada aspirasi yang disampaikan melalui teknologi.
“Kita (Pemkot Serang) juga memperhatikan setiap aspirasi masyarakat melalui perkembangan teknologi, tidak hanya melalui Musrenbang, misal, lewat aplikasi Ragem milik Pemkot Serang,” kata Agis.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital terbukti efektif dalam menjaring aspirasi, khususnya dari kalangan pemuda yang sangat aktif di dunia digital dan media sosial. Generasi muda dinilai memiliki keberanian dan kreativitas dalam menyampaikan gagasan, kritik, maupun masukan melalui berbagai platform.
Agis yang dikenal dengan moto hidup “Tidak ada kesuksesan tanpa kedisiplinan” menegaskan bahwa masukan dari generasi muda menjadi salah satu prioritas Pemkot Serang dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah.
Karena itu, ia mengajak para pemuda Kota Serang untuk tidak ragu memanfaatkan kanal aspirasi yang telah disediakan pemerintah daerah.
“Manfaatkan fasilitas yang ada. Salurkan aspirasi kalian demi kemajuan Kota Serang ke arah yang lebih baik,” ajak Agis saat menjadi narasumber Seminar Nasional bertema “Peran Partisipasi Generasi Muda terhadap Kebijakan Publik di Era Transformasi Digital” di Aula Lantai 6 Kampus Bina Bangsa, Rabu (28/1/2026).
Seminar nasional tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Furtasan Ali Yusuf, Aktivis Anti Korupsi dan Pengamat Kebijakan Publik Uday Suhada, serta Rektor Universitas Bina Bangsa Bambang Dwi Suseno. Kehadiran berbagai tokoh nasional dan akademisi semakin memperkuat diskusi seputar peran strategis generasi muda dalam kebijakan publik.
Dalam kesempatan itu, Agis juga menayangkan langsung aplikasi Ragem di hadapan ratusan mahasiswa. Aplikasi tersebut tidak hanya menjadi wadah penyaluran aspirasi masyarakat, tetapi juga menyajikan informasi seputar program serta progres pembangunan yang sedang dan akan dijalankan Pemkot Serang.
Beragam informasi penting terkait Kota Serang kini dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi Ragem, sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Kota Serang “Maju Kotanya dan Sejahtera Warganya”.
Lebih lanjut, Agis menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Untuk membangun daerah, diperlukan dua aspek penting, yaitu fisik dan nonfisik. Infrastruktur harus dibangun, tetapi peningkatan kualitas SDM masyarakat juga terus dijalankan,” jelasnya.
Pantauan di lokasi, suasana seminar berlangsung interaktif dan komunikatif. Dialog antara Wakil Wali Kota Serang dan mahasiswa terjalin cair, penuh gagasan kritis serta pertukaran pandangan.
Dalam forum tersebut, Agis berulang kali menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam menentukan arah pembangunan daerah.
“Pemuda bukan hanya penikmat atau penonton kebijakan, tetapi harus menjadi aktor perubahan. Karena itu, Pemkot Serang mendorong peran aktif pemuda dalam pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia juga menilai, pemuda memiliki cara pandang yang objektif dan relatif bebas dari kepentingan tertentu, sehingga kritik dan masukan dari generasi muda menjadi energi penting bagi kemajuan Kota Serang. (DK/RED)***










