Pemerintah Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap sejumlah penyakit yang berpotensi muncul pasca banjir. Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai antara lain diare, demam berdarah, penyakit kulit dan gatal-gatal, serta leptospirosis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menyampaikan, bahwa kondisi lingkungan pasca banjir sangat rentan terhadap penyebaran penyakit.
“Banjir yang surut meninggalkan genangan air dan lingkungan lembap yang bisa menjadi sarang kuman dan nyamuk. Warga harus lebih waspada, terutama anak-anak dan lansia,” ujarnya.
“Masyarakat pun diimbau untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala penyakit pasca banjir,” tambahnya.
Berikut gejala dan pencegahan beberapa penyakit pasca banjir:
– Diare: Gejala berupa perut mulas, sering buang air besar encer, dan dehidrasi. Pencegahan dengan menjaga kebersihan makanan dan minum air yang telah dimasak.
– Demam Berdarah: Ditandai demam tinggi, nyeri otot dan sendi, serta bintik merah di kulit. Pencegahan dengan membersihkan tempat penampungan air agar tidak menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.
– Penyakit kulit dan gatal-gatal: Biasanya akibat kontak langsung dengan air kotor atau lumpur. Pencegahan dengan mandi dan membersihkan tubuh segera setelah kontak dengan air banjir.
– Leptospirosis: Gejala awal mirip flu, demam, nyeri otot, hingga muntah. Penyakit ini disebabkan bakteri yang terdapat pada air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan. Pencegahan dengan menghindari kontak langsung dengan air banjir dan menggunakan alas kaki. ***










