Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Pemerintah Kecamatan dan Puskesmas Petir menunjukan respon cepat dalam memberikan pelayanan penanganan kesehatan Sartini, warga Desa Cirangkong. Respon cepat atas intruksi Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sekadar diketahui, beredar di media sosial (medsos) jika Sartini menderita sakit diduga paru-paru yang sudah bertahun-tahun. Namun karena keterbatasan biaya, Sartini hingga belum mampu untuk melakukan pengobatan penyakitnya.
Pada Senin, 26 Januari 2026 Camat Petir, Shinta Asfilian Harjani beserta Unsur Muspika dan Tim Kesehatan Puskesmas Petir mengunjungi kediaman Sartini untuk memberikan bantuan dan pengecekan kesehatannya dilokasi. Untuk langkah selanjutnya, Sartini akan di rujuk ke Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP).
Camat Petir, Shinta Asfilian Harjani mengatakan berdasarkan data dari Pemerintah Desa (Pemdes) Cirangkong jika Sartini merupakan DKI Jakarta. Sedangkan untuk proses perpindahan domisili dan administrasi kependudukan (adminduk) menjadi warga Kabupaten Serang baru selesai pada November 2025.
“Dikarenakan status kependudukan yang baru beralih, Ibu Sartini secara prosedural baru dapat masuk dalam basis data program bantuan Kabupaten Serang setelah administrasi rampung,” ucapnya.
“Meski saat itu belum terdata sebagai warga tetap Kabupaten Serang, pihak aparatur desa tetap memberikan perhatian melalui penyaluran bantuan sosial, salah satunya berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa,” sambung Shinta.
Disisi lain, kata Camat Shinta sebagai bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat beberapa langkah strategis dilakukan dalam kunjungan dengan memberikan bantuan dan penanganan secara medis.
“Saya mewakili Ibu Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, menyerahkan bantuan langsung kepada Ibu Sartini sebagai bentuk dukungan moril dan materiil untuk meringankan beban keluarga,” ungkapnya.
Adapun untuk tindakan, sebut Shinta, tim medis Puskesmas Petir langsung melakukan pemeriksaan fisik dilokasi. Untuk memastikan diagnosis terkait keluhan paru-paru, telah dilakukan pengambilan sampel darah dan dahak (sputum).
“Ini dilakukan guna uji laboratorium lebih lanjut, agar penanganan medis dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan,” paparnya. ***










