Kabupaten Tangerang

Musrenbang Meriah Iringan Tanjidor, Kelapa Dua Siapkan 50 Usulan Prioritas Menuju Pusat Ekonomi Berkelanjutan 2027

KABUPATEN TANGERANG – Suasana berbeda terasa di Aula Kecamatan Kelapa Dua saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 digelar. Alunan musik tradisional tanjidor menyambut para peserta, menandai dimulainya forum strategis yang akan menentukan arah pembangunan Kelapa Dua ke depan. Namun di balik kemeriahan itu, tersimpan sederet gagasan besar yang siap menggerakkan roda ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai salah satu wilayah strategis di Kabupaten Tangerang, Kecamatan Kelapa Dua terus menunjukkan geliat pertumbuhan yang signifikan. Kawasan industri, pusat perdagangan, perbankan, jasa, hingga perumahan berkembang pesat, ditopang fasilitas pendidikan dan kesehatan yang memadai. Dengan jumlah penduduk mencapai 179.633 jiwa dan laju pertumbuhan sekitar 4 persen per tahun, Kelapa Dua juga mencatat capaian positif berupa penurunan kemiskinan ekstrem sebesar 19,8 persen pada periode 2023–2024 serta penurunan angka stunting dari 622 balita berisiko pada 2024 menjadi 420 balita di 2025.

Camat Kelapa Dua, Dadang Sudrajat, menegaskan bahwa Musrenbang tahun ini mengusung tema “Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan, dan Ketahanan Pangan Berbasis Berkelanjutan”. Tema tersebut menjadi landasan dalam merumuskan usulan pembangunan yang dihimpun dari lima kelurahan dan satu desa.

“Dari hasil pramusrenbang, kami menyimpulkan terdapat lima program utama, yakni penguatan ekonomi, peningkatan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat. Kelima program tersebut dijabarkan menjadi 50 usulan prioritas yang akan diajukan ke tingkat selanjutnya,” ujar Dadang.

Ia menjelaskan, implementasi tema Musrenbang tidak berhenti pada tataran perencanaan. Sejumlah langkah konkret telah dilakukan, salah satunya melalui pelatihan kewirausahaan dan pembukaan peluang usaha bagi generasi muda untuk mendorong perekonomian sekaligus menekan kemiskinan ekstrem.

“Alhamdulillah, kami memberikan satu gerobak usaha kepada Karang Taruna sebagai stimulan kewirausahaan. Bahkan lebih menggembirakan, lima anggota DPRD juga berkomitmen memberikan bantuan gerobak usaha serupa, sehingga nantinya setiap kelurahan dan desa akan mendapatkan satu gerobak usaha bagi masing-masing Karang Taruna,” ungkapnya.

Dadang juga menekankan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan forum tahunan yang strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

“Hasil Musrenbang tahun 2025 untuk pelaksanaan tahun 2026 banyak yang telah terakomodir dan direalisasikan. Memang tidak seluruh usulan dapat diterima, namun usulan yang belum terealisasi akan kami ajukan kembali pada tahun berikutnya agar permasalahan pembangunan di Kecamatan Kelapa Dua dapat terselesaikan secara bertahap,” tuturnya.

Dalam forum tersebut, persoalan sampah turut menjadi perhatian. Menanggapi hal itu, Camat Dadang menyampaikan komitmen penanganan sampah berbasis lingkungan.

“Kami juga mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui edukasi pemilahan sampah, penerapan bank sampah, dan kegiatan kerja bakti rutin sebagai langkah preventif mengurangi penumpukan sampah,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Kelapa Dua, Dwi Candra Budiman, mengungkapkan bahwa Kelapa Dua merupakan salah satu sentra ekonomi Kabupaten Tangerang dan masuk dalam tiga besar penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan padatnya aktivitas perdagangan dan jasa, tentu dibutuhkan pelayanan dasar yang optimal. Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur seperti perbaikan jalan penghubung, drainase, dan penerangan jalan menjadi fokus utama kami demi kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat,” jelas Dwi.

Di sektor ketahanan pangan, Kecamatan Kelapa Dua berencana mengoptimalkan Situ Kelapa Dua sebagai pusat budidaya ikan air tawar. Program ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan daya tarik wisata, sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

“Program ketahanan pangan ini juga akan berkesinambungan dengan sektor kesehatan, khususnya dalam penanganan stunting, karena hasil budidaya ikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Tak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, Kecamatan Kelapa Dua juga membuka peluang kolaborasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), mulai dari orang tua asuh balita stunting hingga penyediaan lapangan kerja berbasis pelatihan keterampilan.

Dukungan datang dari Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Abdul Kodir, yang menegaskan pentingnya Musrenbang sebagai instrumen pembangunan yang tepat sasaran.

“Kami di DPRD Kabupaten Tangerang mendukung dan mengawal usulan Musrenbang RKPD tahun 2027 Kecamatan Kelapa Dua. Dengan posisi sebagai kawasan strategis, program-program yang diusulkan harus benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang infrastruktur, dan pelayanan dasar,” ujar Abdul Kodir.

Musrenbang Kecamatan Kelapa Dua dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Banten, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, perwakilan perangkat daerah, Forkopimcam, tokoh masyarakat, PGRI, serta organisasi kepemudaan dan keagamaan. Kehadiran lintas unsur ini menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam merumuskan pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.

Melalui Musrenbang RKPD 2027, Kecamatan Kelapa Dua optimistis seluruh usulan prioritas dapat menjadi fondasi pembangunan yang inklusif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.***

 

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *