KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus tancap gas mempercepat penanganan banjir yang masih merendam sejumlah wilayah. Salah satu langkah krusial yang kini diintensifkan adalah pengaktifan pompa air di lingkungan permukiman yang masih tergenang, khususnya di wilayah Kecamatan Periuk.
Pemkot Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai memfokuskan strategi pompanisasi guna mempercepat penyurutan genangan air yang hingga kini masih bertahan di beberapa titik.
Koordinator Pompa Banjir Kota Tangerang dari Dinas PUPR, Krisna Perdana, menjelaskan bahwa aktivasi pompa air menjadi langkah utama untuk mengeringkan wilayah terdampak secepat mungkin. Salah satu titik konsentrasi penanganan berada di Komplek Periuk Damai, yang hingga Senin siang (26/1/26) masih tergenang dengan ketinggian air mencapai dua meter.
“Kami sementara ini memfokuskan penanganan banjir di sektor pompanisasi untuk mempercepat penyurutan wilayah yang masih tergenang. Bisa dilihat, kami di sini (Periuk Damai) mempunyai tujuh unit pompa yang terdiri dari lima pompa listrik berkapasitas 67 liter per detik serta dua unit pompa diesel semuanya sudah dikerahkan secara maksimal,” ujar Krisna ketika ditemui di Komplek Periuk Damai.
Ia menegaskan, seluruh sistem infrastruktur pengendali banjir milik Pemkot Tangerang telah dioptimalkan, mulai dari rumah pompa hingga pompa air portabel yang tersedia di lapangan.
Pemkot Tangerang pun menargetkan, dengan kerja pompa yang berjalan optimal, genangan banjir di wilayah Periuk Damai dapat surut dalam waktu dua hari ke depan, dengan catatan tidak terjadi hujan deras kembali.
“Kami menargetkan aktivasi pompa air terutama di sini (Periuk Damai) bila berjalan efektif ditargetkan besok atau dua hari sudah bisa surut kalau tidak ada hujan deras lagi yang mengguyur wilayah sekitar,” tambahnya.
Selain pengerahan pompa internal, Pemkot Tangerang juga terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan penanganan banjir. Saat ini, masih terdapat empat titik lokasi genangan di Kecamatan Periuk yang menjadi fokus penanganan lanjutan.
“Kami juga terus menjalin koordinasi dengan sejumlah pihak lainnya seperti tadi ada kabar akan ada bantuan unit pompa dari BBWS Ciliwung-Cisadane namun belum bisa beroperasi karena menyesuaikan daya tampung titik buangan dalam hal ini Situ Bulakan yang belum memadai sampai siang hari ini,” pungkasnya.
Dengan langkah intensif ini, Pemkot Tangerang berharap genangan banjir segera surut dan aktivitas warga dapat kembali normal dalam waktu dekat.***










