KABUPATEN TANGERANG – Kecamatan Kresek mulai memetakan langkah strategis pembangunan wilayahnya untuk beberapa tahun ke depan. Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Kresek, Kamis (26/1/2026), berbagai gagasan pembangunan dikompilasi dengan fokus pada optimalisasi sektor industri, perdagangan, dan ketahanan pangan berkelanjutan.
Forum penting ini menjadi magnet bagi para pemangku kepentingan. Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Dapil Kresek, perwakilan Bappeda Kabupaten Tangerang, hingga unsur masyarakat hadir untuk menyatukan arah pembangunan yang dinilai krusial bagi masa depan wilayah tersebut.
Sekretaris Kecamatan Kresek, Ramawinata, yang mewakili Camat Kresek, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan titik awal penentuan kebijakan strategis kecamatan.
“Hari ini, Kecamatan Kresek mengadakan Musrenbang RKPD untuk 2027 dengan mengusung tema optimalisasi sektor industri, perdagangan, dan ketahanan pangan berkelanjutan,” ujarnya.
Tak main-main, sebanyak 50 kegiatan skala prioritas diusulkan dan telah dirumuskan melalui tahapan perencanaan sebelumnya.
“Kami mengusulkan 50 skala prioritas untuk kegiatan di Kecamatan Kresek,” kata Ramawinata.
Puluhan usulan tersebut, lanjutnya, telah diselaraskan dengan arahan teknis dari Bappeda Kabupaten Tangerang agar sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah.
“Sesuai dengan arahan dari Bappeda, usulan dari 50 prioritas ini harus didistribusikan, antara lain 10 persennya untuk pemerintahan, 30 persennya perekonomian, 10 persennya kesehatan, 25 persennya pendidikan, 15 persennya institusi pemerintah, dan 5 persennya lingkungan hidup,” jelasnya.
Menariknya, sektor perekonomian menjadi prioritas utama. Kecamatan Kresek dinilai memiliki potensi lokal yang kuat, khususnya dari sektor UMKM yang telah dikenal luas.
“Kami memiliki UMKM yang begitu unggul, yaitu dari kuliner ada ciri khasnya makanan tambelor dan telur asin khas Kresek,” ungkap Ramawinata.
Tak hanya itu, perhatian juga diarahkan pada infrastruktur penunjang ekonomi rakyat, terutama Pasar Kresek yang selama ini menjadi pusat aktivitas perdagangan lintas wilayah.
“Kami juga memiliki pasar yang cukup strategis yaitu Pasar Kresek, sehingga dari semua wilayah termasuk Gunung Kaler, Mekar Baru, bahkan sebagian dari Serang tertuju ke Pasar Kresek ini, sehingga kami membutuhkan untuk revitalisasi Pasar Kresek ini meskipun memang ada kendala, tanahnya masih tanah desa,” katanya.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Bappeda Kabupaten Tangerang, Sri Indriastuti Widyaningsih, menegaskan bahwa seluruh usulan dari Kecamatan Kresek masih akan melalui proses lanjutan di tingkat kabupaten sebelum ditetapkan.
“Kita menampung, memverifikasi, kemudian mendistribusikan usulan tersebut, dan nanti ada proses selanjutnya,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penentuan prioritas tetap akan mengacu pada tema pembangunan serta persoalan riil yang dihadapi Kecamatan Kresek, sehingga program yang dihasilkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.***










