Benteng Speelwijk Tak Pernah Sepi, Jejak VOC Abad ke-17 Ini Jadi Magnet Wisata Sejarah dan Ekonomi Lokal
Kota Serang — Area cagar budaya dan situs sejarah Benteng Speelwijk di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, terus menjadi magnet wisata yang tak pernah kehilangan pesonanya. Setiap akhir pekan, benteng peninggalan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) abad ke-17 ini ramai dikunjungi wisatawan domestik hingga mancanegara yang datang bersama keluarga dan sanak saudara.
Antusiasme pengunjung tak lepas dari nilai sejarah yang kaya dan arsitektur benteng yang unik. Dibangun pada tahun 1682, Benteng Speelwijk pernah berfungsi sebagai pusat perdagangan sekaligus pertahanan VOC Belanda.
Nama “Speelwijk” yang berarti desa bermain dalam bahasa Belanda, menggambarkan lokasi benteng yang strategis sekaligus indah.
Seiring perjalanan waktu, benteng ini sempat menjadi markas pemerintahan kolonial Belanda, direbut Inggris pada tahun 1811, hingga akhirnya kini ditetapkan sebagai cagar budaya yang dilindungi pemerintah.
Di dalam kawasan benteng, pengunjung dapat menyaksikan langsung kokohnya dinding bata merah dan bebatuan khas bangunan kolonial, lengkap dengan penjelasan sejarah dan historiografi yang tersedia di berbagai titik area. Tak jauh dari lokasi, berdiri Vihara Avalokitesvara Banten, tempat ibadah umat Buddha yang juga menyimpan nilai sejarah dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Momen berkunjung pun kerap diabadikan pengunjung melalui swafoto menggunakan ponsel pintar, lalu dibagikan ke berbagai platform digital, menjadikan Benteng Speelwijk semakin dikenal luas.
Tak hanya menawarkan wisata edukasi dan sejarah, kehadiran Benteng Speelwijk juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Aktivitas UMKM di sekitar kawasan semakin menggeliat, mulai dari penyewaan mobil-mobilan listrik, sepeda listrik, hingga sepeda becak yang dapat dioperasikan dua orang.
Aneka jajanan ringan dan minuman segar turut melengkapi pengalaman wisata pengunjung.