KOTA CILEGON — Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menginstruksikan pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Banten untuk menggencarkan pembinaan sekaligus pencarian bibit pecatur sejak usia dini.
Langkah strategis tersebut diarahkan agar dimulai dari tingkat sekolah dasar, sebagai fondasi awal untuk mencetak pecatur-pecatur andal yang kelak mampu bersaing di level dunia dan meraih gelar Grandmaster.
“Percasi harus mulai melakukan klasterisasi bibit-bibit pecatur, dimulai dari tingkat sekolah dasar,” ujar Wagub usai menghadiri kegiatan Ngeround Bareng bersama pengurus Percasi se-Provinsi Banten di Situ Rawa Arum, Kelurahan Tegalwangi, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Sabtu (24/1/2026).
Dimyati menegaskan, pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan menjadi kunci utama agar ekosistem olahraga catur di Provinsi Banten terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Menurutnya, potensi olahraga catur di Banten sangat besar. Selain memiliki peminat yang luas dari berbagai kalangan usia, catur juga dikenal sebagai olahraga yang sederhana, mudah diakses, dan digemari anak-anak.
“Ini adalah aset berharga. Tugas Percasi saat ini adalah mengoptimalkan potensi tersebut melalui pembinaan yang lebih terarah,” imbuhnya.
Ia mencontohkan, dalam kegiatan pertandingan persahabatan atau ngeround yang digelar kali ini, antusiasme peserta dari kalangan anak-anak terlihat sangat tinggi. Kondisi tersebut menjadi indikator positif meningkatnya minat generasi muda terhadap olahraga asah otak tersebut.
Dalam rangkaian acara itu, Wagub Dimyati juga turut ambil bagian dalam pertandingan persahabatan melawan sejumlah pengurus Percasi. Salah satu laga yang menyedot perhatian adalah ketika ia berhadapan langsung dengan Ketua Percasi Kota Cilegon, Hasan Saidan.
Sementara itu, Ketua Percasi Kota Cilegon, Hasan Saidan, menjelaskan bahwa peserta kegiatan Ngeround Bareng berasal dari berbagai wilayah di Provinsi Banten dan terbagi dalam dua kategori.
“Tercatat sebanyak 17 peserta pada kategori junior dan 87 peserta pada kategori senior,” jelas Hasan.
Ia menambahkan, hasil pertandingan menunjukkan dominasi pecatur asal Kota Cilegon pada kedua kategori tersebut. Capaian ini dinilai menjadi dorongan moral bagi pengurus untuk semakin serius memperkuat program pembinaan atlet catur usia dini.
“Kami sangat mengapresiasi tingginya minat anak-anak di Kota Cilegon terhadap catur. Sesuai arahan Bapak Wakil Gubernur, kami akan fokus pada pembinaan pecatur junior agar kelak mampu mengharumkan nama Banten di kancah nasional maupun internasional,” pungkasnya.***










