Tangerang — Kecamatan Tigaraksa menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2027 yang berlangsung interaktif di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Tigaraksa, Kamis (22/01/2026). Kegiatan ini dipandu oleh moderator ternama Brigita P Manohara, sehingga diskusi berjalan dinamis dan partisipatif.
Musrenbang tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi Banten, anggota DPRD Kabupaten Tangerang, perwakilan perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh masyarakat, PGRI, serta organisasi kepemudaan dan keagamaan. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan komitmen bersama dalam merumuskan arah pembangunan Kecamatan Tigaraksa ke depan.
Sebagai ibu kota dari Kabupaten Tangerang, Kecamatan Tigaraksa memiliki peran strategis dalam pembangunan wilayah. Saat ini, Kecamatan Tigaraksa dihuni oleh 173.585 jiwa yang tersebar di 12 desa dan 2 kelurahan. Dari sektor pendidikan, tersedia 67 sekolah tingkat SD dan MI, 35 SMP dan MTs, 22 SMA/SMK dan Madrasah Aliyah, serta 4 perguruan tinggi yang menjadi modal penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sedangkan dari sektor fasilitas kesehatan memiliki 2 Rumah Sakit yang salahsatunya RSUD Tigaraksa, 2 Puskesmas yakni Tigaraksa dan Pasirnangka, 12 Poliklinik dan 6 Apotake.
Dalam paparannya, Kecamatan Tigaraksa menyampaikan berbagai capaian pembangunan yang telah diraih. Di antaranya penurunan tingkat pengangguran terbuka, penurunan kemiskinan ekstrem dari 7,12 persen pada tahun 2021 menjadi 6,42 persen pada tahun 2025, serta penurunan risiko stunting pada balita dari 2.151 kasus di tahun 2024 menjadi 1.632 kasus di tahun 2025.
Selain itu, Kecamatan Tigaraksa juga mencatatkan berbagai prestasi, salah satunya meraih juara 2 pada MTQ ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang yang diselenggarakan di Kecamatan Pagedangan, sebagai bukti keberhasilan pembinaan di bidang keagamaan.
Camat Tigaraksa Cucu Abdurassyid menjelaskan bahwa Musrenbang Tahun Anggaran 2027 mengusung tema “Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan, dan Ketahanan Pangan Berbasis Berkelanjutan.” Menurutnya, tema tersebut selaras dengan potensi yang dimiliki wilayahnya.
“Tentunya dari tema tersebut Kecamatan Tigaraksa sudah memiliki modal dasar, mulai dari tersedianya lahan tidur, berjalannya BUMDes, serta adanya eduwisata yang dimiliki di Desa Sodong,” ungkap Cucu.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dalam mendukung ketahanan pangan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Tigaraksa untuk penyediaan lahan seluas 2 hektare di masing-masing desa. Dengan demikian, secara akumulatif terdapat 24 hektare lahan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Tigaraksa.
Dalam Musrenbang tersebut, Kecamatan Tigaraksa juga telah mengakomodir sebanyak 50 usulan skala prioritas yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, tata kelola pemerintahan, produktivitas UMKM, serta pemerataan pembangunan. Seluruh usulan tersebut diajukan dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp40 miliar.
“Dari usulan tersebut beberapa yang kita fokus dan bahas mengenai titik banjir yang harus di selesaikan, meningkatkan fungsi embung dan juga pemerataan pusat UMKM agar tersebar di seluruh Desa dan Kelurahan” tegas Camat Cucu Abdurassyid.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Nur Rojab menyatakan dukungannya terhadap hasil Musrenbang Kecamatan Tigaraksa.
“Kami di DPRD akan mengawal dan memperjuangkan usulan-usulan prioritas dari Kecamatan Tigaraksa agar dapat terealisasi, khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah,” ujarnya.
Dengan pelaksanaan Musrenbang yang partisipatif dan berbasis data capaian pembangunan, Kecamatan Tigaraksa optimistis dapat berkontribusi signifikan dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Tangerang yang berkelanjutan dan berkeadilan. ***










