Musrenbang Kecamatan Balaraja 2027: Fokus pada Peningkatan Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat
Tangerang – Kecamatan Balaraja menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2027 yang berlangsung di Aula Kolam Renang Gajah Balaraja, Rabu (21/01/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan arah pembangunan Kecamatan Balaraja ke depan.
Kecamatan Balaraja dikenal sebagai wilayah strategis perekonomian karena dilintasi jalur antarprovinsi, memiliki akses jalan tol, serta berkembang sebagai kawasan industri, pusat perdagangan, perbankan, jasa, dan perumahan.
Wilayah ini juga ditunjang fasilitas kesehatan yang memadai, salah satunya RSUD Balaraja. Saat ini, Kecamatan Balaraja memiliki jumlah penduduk sebanyak 125.683 jiwa yang tersebar di 8 desa dan 1 kelurahan.
Dalam paparannya, Camat Balaraja Willy Patria menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pihaknya telah merealisasikan sejumlah program prioritas, di antaranya pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 10 unit bagi keluarga kurang mampu, pemberian makanan tambahan untuk meningkatkan gizi masyarakat, serta upaya menekan angka stunting.
Selain itu, dalam rangka pengendalian inflasi, Kecamatan Balaraja juga menggelar bazar bahan pokok dengan harga terjangkau, mendorong peningkatan produktivitas UMKM, serta melakukan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.
“Program-program tersebut alhamdulillah telah terealisasi secara berkesinambungan demi mendukung terwujudnya visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Tangerang,” ungkap Willy.
Lebih lanjut, Willy menjelaskan bahwa Musrenbang tahun ini mengusulkan sebanyak 50 program prioritas dengan estimasi pagu anggaran sebesar Rp18.522.000.000 (delapan belas miliar lima ratus dua puluh dua juta rupiah). Usulan tersebut merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat dari desa dan kelurahan.
“Usulan perencanaan yang kami ajukan meliputi bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, peningkatan perekonomian dan produktivitas masyarakat, lingkungan hidup melalui pembangunan TPST 3R, pemerataan pembangunan infrastruktur, serta optimalisasi tata kelola pemerintahan yang efisien,” jelasnya.