TANGERANG — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tren penyalahgunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang digunakan untuk memanipulasi foto menjadi konten asusila. Fenomena ini dinilai kian mengkhawatirkan seiring meningkatnya risiko pelanggaran privasi hingga pencemaran nama baik melalui rekayasa digital yang semakin sulit dibedakan dari foto asli.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menegaskan bahwa di balik manfaat besar teknologi AI, tersimpan potensi bahaya apabila disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Korban dari manipulasi AI ini bisa siapa saja. Oleh karena itu, masyarakat harus lebih bijak dalam mengelola jejak digital. Kontrol privasi adalah perlindungan terbaik di era digital saat ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Diskominfo Kota Tangerang menyarankan agar masyarakat secara rutin memeriksa dan memperketat pengaturan privasi di setiap platform media sosial. Selain itu, warga juga diminta memastikan akses pihak ketiga terhadap data pribadi dalam kondisi nonaktif guna meminimalkan risiko penyalahgunaan.
“Jangan anggap remeh unggahan foto wajah berkualitas HD. Teknologi AI bekerja optimal pada foto jernih, sehingga risiko manipulasi menjadi sangat besar. Gunakanlah filter atau ambil foto dari jarak jauh demi keamanan privasi,” tegasnya.
Untuk membantu masyarakat mengenali foto hasil manipulasi AI, Diskominfo Kota Tangerang turut membagikan sejumlah ciri yang patut diwaspadai, antara lain:
Wajah dan Mata: Sorot mata terlihat tidak fokus atau “mati”, kedipan tidak natural, serta tekstur kulit yang tampak terlalu mulus seperti plastik.
Detail Tangan dan Aksesoris: Jumlah jari tidak normal (lebih atau kurang dari lima), bentuk anting atau perhiasan tidak simetris, atau tampak seolah menembus kulit.
Latar Belakang dan Objek: Pencahayaan antara objek dan latar tidak konsisten, serta tulisan pada pakaian atau kemasan terlihat acak dan sulit dibaca.
Selain mengenali ciri visual, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai alat deteksi gratis untuk memeriksa keaslian gambar, seperti hivemoderation.com, sightengine.com, atau truemedia.org.
Di akhir imbauannya, Mugiya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang digital Kota Tangerang agar tetap aman, sehat, dan produktif.
“Mari kita bersama-sama menjaga ruang digital Kota Tangerang yang aman, sehat, dan produktif dengan tidak menyebarkan konten yang belum jelas kebenarannya,” pungkasnya.***










