Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memperkuat respons darurat dalam menghadapi banjir yang melanda sejumlah wilayah, Minggu (11/1/2026) malam. Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan berjalan cepat, terkoordinasi, dan menyentuh langsung kebutuhan warga terdampak.
Didampingi jajaran lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mulai dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga unsur kewilayahan, Wakil Wali Kota meninjau beberapa titik terdampak banjir, antara lain Kampung Belimbing, Kelurahan Cipete, Kecamatan Curug; Perumahan Citra Gading, Kelurahan Karundang; serta Komplek Grand Sutera, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya.
Dalam peninjauan tersebut, Agis memastikan seluruh unsur pelayanan dasar tetap siaga, khususnya penanganan kebencanaan, kesehatan, dan logistik. Ia juga meminta petugas di lapangan untuk terus memantau kondisi warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
“Kehadiran pemerintah di tengah warga terdampak sangat penting. Kami ingin memastikan bahwa bantuan, layanan kesehatan, serta kebutuhan dasar masyarakat benar-benar tersedia dan dapat diakses dengan cepat,” ujar Agis.
Di Kampung Belimbing, luapan Sungai Ciwaka menyebabkan genangan cukup tinggi dan memaksa sebagian warga mengungsi sementara. Pemkot Serang memastikan lokasi pengungsian dilengkapi kebutuhan dasar, mulai dari makanan siap saji hingga dukungan psikososial bagi warga, terutama anak-anak.
Sementara itu, di Perumahan Citra Gading, meskipun banjir tidak berlangsung lama, petugas tetap bersiaga dengan menurunkan mesin pompa air sebagai langkah antisipasi agar air tidak kembali menggenangi permukiman warga.
Kepala Dinas Sosial Kota Serang, M Ibra Gholibi, menyampaikan bahwa bantuan logistik telah disalurkan dan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
“Kami sudah menyalurkan ratusan paket makanan siap saji dan akan terus menambah apabila dibutuhkan. Semua OPD terkait kami siagakan untuk merespons secara cepat dan terpadu,” ujarnya.
Pemkot Serang juga menegaskan komitmennya untuk melakukan langkah jangka menengah dan panjang, termasuk koordinasi normalisasi sungai dan penguatan sistem drainase, guna meminimalisir risiko banjir berulang di wilayah rawan. ***










